Kepemimpinan itu seperti nasi goreng. Kok nasi goreng? Iya, nasi goreng karena setiap orang pasti punya ciri khas dan cara tersendiri untuk membuat dan menyajikan nasi goreng buatannya.
Ada orang yang memang memiliki bakat untuk membuat nasi goreng yang enak, namun kalau dia tidak pernah berlatih membuat nasi goreng, bisa saja nasi goreng buatannya tidak seenak nasi goreng buatan orang yang tidak dianugerahi bakat dari lahir untuk membuat nasi goreng. Hal ini sama seperti orang yang dianugerahi bakat kepemimpinan sejak lahi. Kalau tidak pernah diasah, sama aja bohong.
Setiap orang bisa belajar membuat nasi goreng yang enak, namun rasanya akan selalu memiliki kekhasan masing-masing yang tidak akan pernah sama persis dengan nasi goreng yang dibuat oleh orang lain. Begitu pula dengan kepemimpinan, setiap orang bisa belajar cara memimpin yang baik, namun tidak akan pernah memiliki gaya kepemimpinan yang sama persis dengan orang lain.
Dari penjelasan saya di atas, bisa disimpulkan bahwa menjadi penjual nasi goreng sama seperti menjadi pemimpin. Sama-sama bisa dipelajari, dan keduanya memiliki ciri khas yang unik pada setiap orang.
Jadi, anda mau pilih yang mana? Jadi seorang pemimpin atau seorang penjual nasi goreng? DECIDE, then PROVE it!!